Kepala Pusat BLU P2H KLHK; Ini untuk Pertama Kalinya di Indonesia, Penyaluran Dana di Berikan Langsung Kepada Petani Hutan Kemasyarakatan

Penyerahan Simbolis dari Kapus BLUP2H kepada Pengurus Gapoktan

Akarnews. Jumat, 16 November 2018 bertempat di Balai Latihan Kesehatan Masyarakat (BLKM) Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, lebih dari 300 masyarakat petani Hutan Kemasyarakatan dari 4 desa di Kabupaten Rejang Lebong yakni Desa Tanjung Dalam, Tebat Pulau, Tebat Tenong Dalam dan Air Lanang melakukan tahapan terakhir proses fasilitasi pinjaman lunakdari Badan Layanan Umum, Pusat Pembiayaan Pembagunan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLU P2H KLHK). Continue reading “Kepala Pusat BLU P2H KLHK; Ini untuk Pertama Kalinya di Indonesia, Penyaluran Dana di Berikan Langsung Kepada Petani Hutan Kemasyarakatan”

Iklan

Pak Sa’ud; Selama ini Kami Seperti Berjalan di Lorong Gelap dalam Mengelola Hutan

Pak-Saud-1-1024x616

Akarnews. Pelopor perjuangan pengakuan hutan adat dari Embong I Marga Suku IX, Bapak Sa’udiya menceritakan kondisi masyarakat hukum adat di Kabupaten Lebong seperti berjalan di lorong gelap selama 3 dasawarsa dalam pengelolaan hutan warisan leluhur mereka. Continue reading “Pak Sa’ud; Selama ini Kami Seperti Berjalan di Lorong Gelap dalam Mengelola Hutan”

Bupati Lebong Menyerahkan Permohonan Pengakuan Hutan Adat Kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Pertemuan dengan Menteri LHK

Akarnews. Bertempat di Ruang Rapat Hasrul Haharap Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Senin, 05/11/2018) Bupati Kabupaten Lebong H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si menyerahkan secara langsung dokumen Permohonan Pengakuan Hutan Adat untuk 12 Kesatuan MHA atau Kutai yang berada di Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu. Dokumen yang diserahkan berisi Lampiran Peraturan Daerah No 4 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Rejang di Kabupaten Lebong, Continue reading “Bupati Lebong Menyerahkan Permohonan Pengakuan Hutan Adat Kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan”

Pengakuan Hutan Adat sebagai Upaya Pembenahan Struktur Kebijakan dan Tata-Kelola Wilayah yang Saat Ini Terbukti Sangat Lemah

cropped-0116-prorep218-n37a3177.jpg

Berdasarkan hasil telaah dan pembahasan bersama para pihak dalam Rakor Hutan Adat yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2018 lalu di Jakarta, Rapat Kerja Teknis ini dihadiri oleh 300 orang bertujuan untuk mensosialisasikan pengakuan hutan adat oleh Pemerintah pasca ditetapkannya Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/ PUU-X/ 2012 tanggal 16 Mei 2013. Continue reading “Pengakuan Hutan Adat sebagai Upaya Pembenahan Struktur Kebijakan dan Tata-Kelola Wilayah yang Saat Ini Terbukti Sangat Lemah”

Menuju Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kabupaten Lebong, Bengkulu

IMG_9139

Akarnews. Pemerintahan Daerah Kabupaten Lebong dengan Peraturan Daerah No 4 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kabupaten Lebong di memandatkan untuk segera membuat Surat Keputusan Bupati Lebong tentang Pengakuan terhadap Masyarakat Hukum Adat Marga Suku IX, Jurukalang dan Selupu Lebong, Kata Direktur Akar Foundation, Erwin Basrin di akhir Presentasinya di depan Tim Verifikasi dan Identifikasi Masyarakat Hukum Adat Rejang Continue reading “Menuju Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Rejang di Kabupaten Lebong, Bengkulu”

Mendedah Kelaparan Tersembunyi (Hidden Hunger) pada Masyarakat Sekitar Hutan dibalik Ketimpangan Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Hutan

Petani HKm

 

Oleh; Erwin Basrin

Pendahuluan

Problema kebijakan alokasi sumber daya hutan biasanya kompleks, karena menyangkut kepentingan fisik dan biologis yang rumit serta harus dipecahkan di dalam lingkungan sosial yang rumit. Ketimpangan hukum menimbulkan dampak yang merusak pada masyarakat sekitar hutan, dimana sumber daya tersebut merupakan sumber utama yang penting bagi penghidupan mereka tetapi pada dasarnya terbatas. Continue reading “Mendedah Kelaparan Tersembunyi (Hidden Hunger) pada Masyarakat Sekitar Hutan dibalik Ketimpangan Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Hutan”

Position Paper; Hutan Kemasyarakatan Sebagai Basis Pembangunan Berkelanjutan

Kertas Posisi

PENGANTAR

Propinsi Bengkulu adalah salah satu Propinsi yang ada di Pulau Sumatera yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah baik terbarukan maupun yang tidak terbarukan, tetapi sekaligus merupakan wilayah rawan bencana. Peraturan Daerah No 02 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Bengkulu 2012-2032 menegaskan bahwa perencanaan tata ruang Propinsi Bengkulu berbasis mitigasi bencana. Continue reading “Position Paper; Hutan Kemasyarakatan Sebagai Basis Pembangunan Berkelanjutan”

Pak Oyib, Menghabiskan Sisa Usianya di Tanah yang di Sengketakan

Pak Oyib
Wajahnya teduh bijak, tutur kata dan bahasa Indonesianya lembut dengan logat Sunda yang kental, tubuhnya mulai bungkuk dibaluti oleh kulit tubuhnya yang keriput. Usianya kini sudah 84 tahun, malam ini dia duduk bersila bersandar pada dinding semen rumah Ibu Kades, berpeci hitam, celana kain hitam dan berbaju koko putih, kumis dan rambutnya memutih. Dia menunggu peserta pertemuan antar kampung yang akan dilaksanakan di Rumah Kepala Desa Bandung Jaya Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Seperti biasanya, dia adalah peserta yang tertua dan selalu pertama kali datang “Saya lahir di tahun 1933” Katanya ketika saya duduk disampingnya sambil menunggu perserta lain. Namanya Pak Oyib. Saya pertama kali kenal enam bulan yang lalu, diperkenalkan oleh Kepala Desa Bandung Jaya.

Continue reading “Pak Oyib, Menghabiskan Sisa Usianya di Tanah yang di Sengketakan”

Sengkuang, Terjebak pada Narasi Tanah Pemberian yang di Rampas

Akar
Kabawetan, 2017

Sengkuang adalah hamparan wilayah yang memanjang antara Timur dan Selatan lereng Gunung berapi Bukit Kaba, ketinggian sebagian wilayahnya mencapai 1.000 mdpl, kondisi ini membuat wilayah Sengkuang memiliki tanah vulkanik yang subur. Nama Sengkuang berasal dari suku kata Seng dan Kuang. Seng adalah penyebutan untuk penutup atap rumah dan Kuang adalah sejenis daun pandan hutan sejenis Pandanus Tectorius yang daunnya lebih lebar, kasar dan tebal biasanya digunakan sebagai topi caping petani dan tumbuh disepanjang anak sungai air Sempiang yang mengalir dari kawasan hutan di wilayah Bukit Kaba, anak sungai ini merupakan bagian dari DAS Hulu Musi. Continue reading “Sengkuang, Terjebak pada Narasi Tanah Pemberian yang di Rampas”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑