By, Erwin S Basrin
Malam jam 19.30 tanggal 4 April 2009, ketika kami pulang dari tempat saudara dengan di depan rumah kami yang belum jadi parkir mobil mewah dan telah menunggu seorang wanita di teras rumah dengan ramah dia menyapa ‘erwin ya…’ dan selanjutnya dia cerita panjang bahwa dia ada hubungan keluarga dengan saya dengan menyebutkan nama beberapa leluhurku dengan yakinnya. Selanjutnya oleh istri tercintaku dia dipersilakan masuk, seakan sudah lama sekali kenal dengan kami, begitu duduk di ruangan rumah sederhana kami dia bercerita panjang bahwa dia punya hubungan keluarga dengan kami terutama dengan aku meskipun kami bingung selama ini dia belum pernah ketemu kami.
