Arsip

Archive for the ‘Info Akar’ Category

Takut Tikus, 7.000 Ha Sawah Tak Ditanam Padi

22 November, 2008 Akar Tinggalkan komentar

RB/Jumat, 21-Nopember-2008

LEBONG – Produksi padi pada musim tanam Oktober – Maret dipastikan menurun sangat drastis. Dikarenakan sekitar 7000 dari 10.000-an hektare lahan sawah tidak dimanfaatkan petani untuk bertanam padi. Keenganan petani bukan karena terkendala persoalan teknis. Melainkan karena traumatik terhadap serangan hama tikus.Sayang memang. Tapi begitu lah faktanya. Trauma yang dimiliki telah berubah menjadi budaya, kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong Ir. Jhony H Rajagukguk kepada RB. Read more…

Categories: Info Konservasi

Korban Banjir Bengkulu Mulai Terserang Diare

8 November, 2008 Akar Tinggalkan komentar

BENGKULU, KAMIS - Sejumlah warga korban banjir di beberapa desa di Kabupaten Bengkulu Utara mulai terserang penyakit diare dan gatal-gatal, sementara air yang pada Kamis (23/10) malam meluap kini mulai surut dan menyisakan lumpur.

Saat ini tidak kurang dari 30 warga mengeluh badannya gatal-gatal, warga lainnya mengaku mulai sakit daire, kata Nopen, Kepala Desa Batik Nau, salah satu desa yang cukup parah akibat terjangan banjir, Sabtu.

Warga yang mengalami gangguan kesehatan itu sudah mendapat bantuan medis dan pengobatan dari Puskesmas setempat yang secara aktif ikut memantau para warga yang mengharapkan bantuan pengobatan.

Banjir di Bengkulu Utara terjadi akibat meluapnya sungai Bintunan setelah guyuran hujan hampir sepanjang hari, namun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kerugian akibat bencana banjir itu sampai saat ini belum bisa ditaksir, karena selain ratusan ternak hilang, lahan pertanian dan perkebunan warga juga terendam air.

Air saat ini sudah mulai surut dan masih menyisakan lumpur dan sampah di halaman rumah warga dari 327 rumah dalam 13 desa dalam tiga kecamatan yakni Kecamatan Batik Nau, Giri Mulya dan Kecamatan Air Besi.

Selain masalah kesehatan, kata Nopen, warga juga mulai kesulitan mendapat air bersih karena sebagian besar sumur warga sudah tercemar oleh sampah banjir.

Untuk mengatasinya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bnegkulu Utara saat ini mengerahkan armadanya melakuan distribusi air bersih ke sejumlah desa yang dilanda banjir.

Bupati Bengkulu Utara Salamun Haris ketika dihubungi mengatakan, sebanyak 130 unit rumah di wilayahnya terendam air menyusul hujan deras yang mengguyur daerah itu dalam beberapa hari terakhir ini.

Ratusan rumah warga yang terkena banjir itu tersebar di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Batik Nau sebanyak 60 unit rumah, Air Besi 54 rumah dan Giri Mulya 16 rumah.

Kepala Dinas Sosial Bengkulu Utara Tabrani Bantuan mengatakan, bantuan bahan makanan bagi korban banjir bandang sudah dilakukan antara lain berupa 100 dus mie instan dan beras satu ton dan 100 dus mie instan.

“Bantuan juga akan datang di Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan pihak lain. Kita juga mendirikan dapur umum di beberapa lokasi,” katanya.

Guyuran hujan yang terus berlangsung di wilayah Bengkulu dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir dan longsor.

Di Bengkulu Selatan, terjadi longsor yang menyebabkan sejumlah desa terisolasi dan kolam ikan warga tersapu air, hujan juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas barat antara Kota Bengkulu-Seluma-Kabur di beberapa titik, sebagian sudah bisa diatasi.

Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi Bengkulu Ir Fauzan Rahim meminta masyarakat di daerahnya mewaspadai banjir dan longsor pada musim penghujan sekarang ini.

“Cukup banyak daerah rawan banjir dan longsor di daerah kita ini, karena itu kita minta masyarakat yang berdomisili di kawasan rawan agar berhati-hati,” ujarnya.
ABD
Sumber : Antara

Categories: Info Konservasi

PT Trisula Tidak Lapor Kepedulian Lingkungan

16 Mei, 2008 Akar Tinggalkan komentar

BE/Senin, 05-Mei-2008

http://bengkuluekspress.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=5053

KEPAHIANG, BE – Belum dan tidak pernah sama sekali sampai saat ini, pihak PT. Trisula Ulung Mega Surya di Desa Barat Wetan Kecamatan Kabawetan Kepahiang, memberikan laporan triwulan mengenai pengelolaan lingkungan kepada Kantor Bapeldada Kabupaten Kepahiang. Sehingga Bapeldada pun kemudian melayangkan surat kepada pihak perusahaan itu untuk dapat secepatnya memberikan laporan tersebut.


Selama ini, belum ada dan pernah dari PT. Trisula itu memberikan laporan triwulan mengenai kepedulian perusahaan itu terhadap lingkungan yang ada di sekitar perusahaan dan perkebunan teh itu kepada kita, ujar Kepala Kantor Bapeldada Kepahiang Ir Supranoto.

Untuk itulah ungkap Supranoto yang baru beberapa bulan ini menjabat sebagai Kepala Kantor Bapeldada tersebut, pihaknya melayangkan surat teguran untuk kepada PT Trisula untuk dapat mereka memberikan laporan
kepedulian terhadap lingkungan dan kontribusi yang diberikan perusahaan terhadap lingkungan di sekitarnya.

Kita telah melayangkan surat kepada mereka mengenai laporan triwulan upaya perusahaan itu dalam pengendalian lingkungan di lokasi pabrik dan perkebunan teh milik PT Trisula tersebut, ungkap Supranoto.
Dijelaskan Supranoto, pihaknya meminta laporan itu untuk mengetahui apa saja yang telah mereka lakukan dalam upaya pengendalian lingkungan. Dari laporan itu, nantinya akan di evaluasi dan di crosscekan dengan masyarakat sekitar dan temuan dilapangan.

Dengan laporan dari perusahaan itu, nantinya akan kita ketahui apa saja yang telah mereka lakukan di lingkungan sekitarnya dan akan kita crosscek di lapangan. Yang jelas perusahaan harus memberikan kontribusinya, misalnya dengan menanam pohon pelindung atau bunga di sekitar lokasi tersebut, jelasnya.

Lebih lanjut Supranoto mengatakan, apa yang mereka minta dan apa yang telah dilakukan pihak perusahaan itu terhadap lingkungan yang menjadi kewajibannya itu telah diatur dalam undang-undang tentang pengendalian lingkungan hidup.

Dalam upaya pelestarian lingkungan yang merupakan kewajiban perusahaan itu di atur dalam UU No 22 tahun 1997 tentang pengendalian lingkungan hidup. Ini tertuang pada pasal 14-17 dalam Bab V mengenai pelestarian fungsi lingkungan hidup, lanjutnya.
Supranoto juga mengharapkan niat baik dan kerjasama dari pihak perusahaan untuk dapat menyampaikan laporan yang mereka minta tersebut. Kita harapkan, pihak perusahaan untuk dapat segera menyampaikan laporan yang kita minta itu, pungkasnya.(136)

Categories: Lingkungan