transfaransi dan penghitungan Dana Bagi Hasil (DBH) pertambangan Batu Bara di Bengkulu

Dana Bagi Hasil (DBH) SDA adalah dana yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam APBN yang dibagihasilkan kepada daerah dengan angka persentase tertentu didasarkan atas daerah penghasil untuk mendanai kebutuhna daerah dalam ranka pelaksanaan desentralisasi. Salah satu penerimaan DBH Sumber Daya Alam (SDA) ini adalah dari sector Pertambangan Umum yang terdiri dari Iuran tetap (Land Rent) dan Iuran eksplorasi dan eksploitasi (Royalti). Di Propinsi Bengkulu sector pertambangan umum unggulannya adalah Pertambangan Batu Bara, konsentrasi pertambangan ini berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong dan Bengkulu Tengah yang merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara.

Hingga kini cadangan batu bara di Propinsi Bengkulu diperkirakan mencapai 147,85 juta ton, sebanyak 128,14 juta ton berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan 19,72 juta ton berada di Kabupaten Seluma, dan beberapa ton lainnya yang belum tercata berada di kabupaten Kaur dan Kabupaten Lebong dan Bengkulu Tengah. Seiring meningkatnya produksi batu bara dan akumulasi stok yang ada, pada tahun 2008 ekspor batu bara dari Propinsi Bengkulu mencapai 1.017.829,162 ton/m3, dengan nilai ekspor sebesar US$ 39.743.554,810, dengan tujuan ekspor terbesar ditujukan kepada Negara India dan Malasia.

Sayangnya jumlah ekploitasi yang dilakukan tidak sebanding dengan rusaknya infrastructure, kerusakan daya dukung lingkungan dan bentang alam serta terjadi perubahan struktur social masyarakat sekitar pertambangan. Menindak lanjuti persoalan ini, sampai saat ini belum ada langkah-langkah kongrit yang dilakukan oleh Pemerintahan Daerah maupun Perusahaan yang terlibat ekploitasi kondisi ini memungkinkan masifnya kerusakan infrastuktur, degradasi lingkungan dan struktur social masyarakat. Sedikitnya informasi yang bisa didapati oleh public tentang pola hubungan antara Pemerintah dan Investor Pertambangan adalah persoalan lain yang menyulitkan partisipasi Civil society untuk terlibat aktif dalam mendorong transfaransi atas Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA). Selaras dengan esensi otonomi daerah, maka besarnya sumber pendanaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) untuk daerah haruslah dibarengi dengan diskresi yang luas untuk membelanjakannya sesuai kebutuhan dan prioritas daerah. Dengan demikian, diharapkan agar local government spending akan benar-benar bermanfaat dan menjadi stimulus fiskal bagi perekonomian di daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan suatu daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sangat tergantung pada Pemerintah Daerah dalam mengalokasikan belanjanya pada program dan kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat (kepentingan publik).

Secara institusional Akar sebagai salah satu NGOs yang konsen atas system Pengelolaan sumber Daya alam secara demokratis dan berkelanjutan, akan melihat lebih jauh persoalan ditingkat local tata hubungan dalam industry eksptraktif sector pertambangan batu bara di Bengkulu melalui investigasi secara langsung maupun tidak berhubungan dengan sector industry ekstraktif ini. Tujuannya adalah tersusunnya rencana strategis dalam mendorong transfaransi dan penghitungan Dana Bagi Hasil pertambangan Batu Bara di Bengkulu

About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s